Wanita dan Ibadah Haji

 

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah wanita memiliki kewajiban jihad?” Beliau ﷺ bersabda,

نعم، عليهن جهاد لا قتال فيه: الحج والعمرة

Iya, mereka memiliki kewajiban jihad yang tidak ada perang padanya, yaitu haji dan umrah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

Dan juga dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Wahai Rasulullah, kami melihat bahwa jihad adalah amal yang paling utama, tidakkah kami berjihad?” Beliau ﷺ menjawab,

لكن أفضل الجهاد حج مبرور

Akan tetapi, seutama-utama jihad adalah haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhary)

kabah5

Ibadah haji –dan juga umrah- adalah sebuah ibadah yang berat karena dia mengumpulkan dua jenis ibadah sekaligus yaitu al-‘ibâdah al-badaniyyah (ibadah fisik) dan al-‘ibâdah al-mâliyyah (ibadah harta).

Karena beratnya ibadah haji dan umrah dan lemahnya fisik kaum wanita secara umum, maka kedua ibadah itu diserupakan dengan jihad perang dari sisi orang tersebut harus berpisah dari kampung halaman dan keluarga, mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, kelelahan fisik serta bahaya yang bisa menghadang dalam perjalanan.

Namun, ketika jihad perang tidak disyari’atkan bagi kaum wanita, Syari’at membukakan pintu kebaikan baginya untuk mengerjakan sebuah amalan yang setara dengan pahala jihad tersebut, yaitu melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Allah Ta’ala ketika menciptakan dua jenis manusia ini, maka Dia mempersiapkan untuk keduanya amalan dan pekerjaan yang cocok bagi masing-masingnya dan berada dalam batas kemampuannya. Dalam pembagian tugas yang adil itulah dunia ini berjalan dalam keharmonisannya.

 
Wanita dan Ibadah Haji

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power