Taubat

 

Siapakah di antara kita yang tidak pernah bersalah? Siapakah di antara kita yang tidak pernah berdosa? Akan tetapi pintu taubat selalu terbuka. Rabb kita adalah Rabb Yang Pemurah, nama-Nya at-Tawwab (Yang Maha Penerima Taubat), mencintai orang-orang yang bertaubat. Senang terhadap taubat hamba-Nya, apabila bertaubat. Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat, apabila kita melakukan dosa sebelum ditulis malaikat kiri (pencatat amal buruk). Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya malaikat penulis amal buruk menunda penulissan keburukan selama enam jam dari hamba muslim yang melakukan kesalahan. Jika hamba tersebut menyesal dan meminta ampun kepada Allah, ia melemparkan kesalahan itu. Dan jika tidak niscaya ia menulikan kesalahan tersebut.” (HR. ath-Thobari & al-Baihaqi).

Tempo (kesempatan) bagi orang yang berdosa sehingga ia meminta ampun berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhdap dosa-dosa mereka dan siapa lahi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. Ali Imran: 135-136)

Sesungguhnya orang yang beriman bukanlah orang yang tidak pernah melakukan dosa. Tetapi orang yang apabila melakukan dosa, dia ingat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, lalu meminta ampun terhadap dosanya dan berhenti dari kesalahannya.

Ada satu persoalan yang sering terlintas dalam hati orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan dosa. Mereka mengatakan,

“Saya ingin bertaubat, tetapi dosa saya sangat banyak. Banyak sekali. Saya telah melakukan dosa ini dan itu. Apakah Allah Subhanahu wa ta’ala mengampuni apa saja yang telah saya lakukan di masa lampau.”

Ketahuliah, sesungguhnya taubat menutup dosa-dosa sebelumnya. Diriwayatkan dalam hadits qudsi,

“Wahai manusia, sesungguhnya engkau selama masih berdo’a dang mengharap kepada-Ku, niscaya aku mengampuni dosa-dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli (berapapun banyaknya). Wahai manusia, jikalau dosamu mencapai puncak langit, kemudia engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya aku menampunimu dan Aku tidak perduli. Wahai manusia, jikalau engkau datang kepada-ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku (dalam keadaan) tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Ku, niscaya aku dating kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi)

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” (HR. Ibnu Majah)

[ad-Din an-Nashihah; Abdurrahman bin Abdullah as-Sanad]

Buletin Da’wah Al Wahdah, 05-1438H

taubat

 
Taubat

Share this Post

 

Tags

, , ,

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power