Home / Sirah /

Tarbiyah Iman dalam Hati para Shahabat

 

Jika kita mau memperhatikan langkah-langkah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menegakkan Daulah Islamiyah, maka kita akan dapatkan bagaimana al-Quran turun pada fase dakwah jahriyah untuk membina dan memupuk iman dalam hati-hati para Shahabat yang mulia. Yaitu dengan menetapkan dan mengokohkan aqidah tauhid serta iman kepada Hari Akhir.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata : “Yang pertama turun dari al-Quran adalah surat yang berisi penyebutan Surga dan Neraka –yang ia maksudkan adalah surat al-Mudatstsir, surat yang kedua. Didalamnya Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا نُقِرَ فىِ النَاقُورِ فّذَلِكَ يَومَئِذٍ يَومٌ عَسِيْرٌ عَلىَ الكَافِرِيْنَ غَيْرَ يَسِيْرٍ

Apabila ditiup sangkakala. Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.’

Dan firmanNya,

وَمَا جَعَلْنَا أصْحَابَ النَارِ إلاّ مَلاَئِكَةً

Dan tiada Kami jadikan penjaga Neraka itu melainkan dari malaikat.’

Dan firmanNya,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌ إلاّ أصْحَابَ اليَمِيْنِ فى جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ عَنِ المُجْرِمِيْنَ

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya. Kecuali golongan kanan. Berada di Surga, mereka tanya menanya. Tentang keadaan orang-orang yang berdosa.’

Hingga ketika manusia telah masuk ke dalam Islam, maka turunlah halal dan haram. Jika seandainya turun di awal urusan ini ‘Jangan kalian berzina!’, niscaya mereka akan mengatakan : ‘Kami tidak akan pernah tinggalkan zina!’ Kalau seandainya turun : ‘Jangan kalian minum minuman keras!’, niscaya mereka akan mengatakan : ‘Kami tidak akan pernah meninggalkan minuman keras!’

Diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sementara saya masih seorang gadis kecil yang bermain-main,

بَلِ السَاعَةُ مَوعِدُهُم وَالسَاعَةُ أدْهىَ وَأمَرَّ

Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.’ (QS. Al-Qamar ayat 46).

Dan tidaklah turun al-Baqarah dan an-Nisa’ kecuali saya telah berada di sisinya di Madinah.”

Fase ini juga merupakan kesempatan untuk mentarbiyah para Shahabat dengan qiyam dan ibadah-ibadah lainnya. Berkata Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma : “Kami pernah hidup sesaat dari zaman ini, dimana salah seorang dari kami diberikan iman sebelum al-Quran.”

Berkata Aisyah radhiyallahu ‘anha : Allah telah mewajibkan atas nabiNya qiyamullail, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan qiyamullail, dan para Shahabat juga melakukannya, selama setahun penuh. Allah ‘azza wa jalla menahan ayat penutup surat itu selama 12 bulan, kemudian setelah itu turunlah keringanan.”

Dan yang dimaksudkan Aisyah adalah surat al-Muzammil.

desert2

Berkata Syaikh Shofiyyurrahman al-Mubarakfuri :

“Senantiasa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan asupan iman untuk ruh-ruh mereka, mensucikan jiwa mereka dengan mempelajari hikmah dan al-Quran, membina mereka dengan tarbiyah yang kuat dan mendalam. Maka naiklah jiwa mereka kepada derajat kemuliaan ruh, kesucian hati, kebersihan akhlak, lepas dari belenggu materi, berjuang melawan syahwat, tunduk kepada Rabb pemilik langit dan bumi. Beliau juga membersihkan gejolak hati-hati mereka, mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, membawa mereka kepada kesabaran terhadap ujian, memaafkan dengan cara yang baik, menundukkan jiwa, dan mereka pun akhirnya bertambah kuat dalam agama, menjauh dari syahwat, lebur dalam jalan keridhaan, rindu kepada Surga, antusias terhadap ilmu, paham terhadap agama, muhasabah diri, melawan kotoran-kotoran jiwa, mengalahkan sikap emosional, menguasai berbagai gejolak jiwa dan mengikat diri dengan kesabaran, ketenangan dan kedamaian.” (ar Rahîq al Makhtûm, hal. 147)

 
Tarbiyah Iman dalam Hati para Shahabat

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power