Tabligh Akbar “Kelahiran Isa al-Masih yang Diperingati Kaum Muslimin”

 

“Kelahiran Isa al-Masih yang Diperingati Kaum Muslimin” adalah tema Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Palu, pada hari Ahad, 26 Shafar 1435 (29 Desember 2013) kemarin. Bertempat di Masjid Sabilul Muhtadin, Jl. Sam Ratulangi, Palu.

1

Tabligh Akbar ini dihadiri sekitar 300 peserta kaum muslimin dan muslimat. Sebagai pemateri yaitu Ustadz H. Yusuf Lauma, Lc, S.HI.

Tema ini sengaja diangkat sebagai bentuk kepedulian atas krisis aqidah yang melanda kaum muslimin. Betapa tidak, sebuah perayaan keagamaan yang merupakan implementasi syiar keagamaan suatu umat, turut dirayakan oleh umat lain yang berbeda dalam hal aqidah.

Kelahiran Yesus atau lebih akrab dengan sebutan Natal diperingati oleh Umat Kristen setiap tahunnya yang telah ditetapkan tanggalnya yaitu pada 25 Desember. Natal adalah bentuk keyakinan umat Kristen, dimana mereka meyakini bahwa Tuhan terlahir ke dunia yang fana ini. Aqidah ini bertentangan dengan aqidah umat Islam, dimana Islam menegaskan bahwa Tuhan tidak beranak atau diperanakkan.

Ustadz H. Yusuf Lauma, Lc, S.HI menegaskan bahwa berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits serta ijma’ (kesepakatan) ulama-ulama terdahulu, haram hukumnya bagi kaum muslimin turut serta dalam perayaan-perayaan umat lain. Karena hal itu adalah syi’ar bagi agama mereka.

Lebih jauh pemateri menyebutkan tentang kebijakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika memerintahkan pasukannya mengepung benteng Yahudi yang berada di pinggiran kota Madinah. Dalam sejarah disebutkan bagaimana perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu sangat jelas tentang larangan menghancurkan biara-biara, larangan membunuh anak-anak, para wanita dan tua renta. Ini menggambarkan tentang sikap toleransi. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengingkari syi’ar agama mereka dengan sabdanya yang melarang kaum muslimin menyerupai suatu kaum dalam hal keagamaan.

Dan sikap Rasul ini pun dicontohkan oleh shahabat beliau yang mulia, Umar radhiyallahu ‘anhu ketika menaklukkan Kota Yerussalem yang sebelumnya dikuasai umat Kristen. Umar radhiallahu ‘anhu melarang penghancuran biara-biara, melarang membunuh tokoh agama, anak-anak, para wanita dan orang-orang tua renta, bahkan Paus yang memimpin Kota Yerussalem saat itu hanya ingin menyerahkan kunci Kota secara langsung kepada Umar radhiyallahu ‘anhu. Namun, walaupun demikian, Umar radhiyallahu ‘anhu pun memerintahkan kaum muslimin untuk menyelisihi Umat Kristen pada perayaan-perayaan keagamaan mereka.

Pemateri menerangkan bahwa toleransi adalah membiarkan mereka dengan urusan keagamaan mereka. Toleransi bukan dengan ucapan selamat, bukan dengan turut hadir pada acara keagamaan mereka. Karena dengan ucapan selamat kepada mereka, menunjukkan bahwa kita setuju dengan sujudnya mereka di hadapan salib. Bahwa kita setuju bahwa Allah punya anak. Tidak pula dengan hadir di biara-biara mereka. Karena murka Allah sedang turun kepada mereka.

2

Di akhir sesi, pemateri dibanjiri dengan pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Tentu saja, karena hal ini adalah polemik yang melanda kaum muslimin. Di mana kaum muslimin saat ini telah ter-syubhati dengan kerancuan sebagian orang yang sadar atau tidak sadar telah tergadai aqidahnya. Fal ‘iyadzu billah.

Ke depannya, DPD Wahdah Islamiyah Palu insya Allah akan tetap pada komitmennya untuk mencerdaskan umat, khususnya di Kota Palu dan sekitarnya, dalam hal ilmu syar’i.

 
Tabligh Akbar “Kelahiran Isa al-Masih yang Diperingati Kaum Muslimin”

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power