Mewujudkan Tauhid yang Hakiki

 

Tauhid tegak diatas dua pondasi; syahadat “Lâ ilâha illa_llâhu” dan syahadat “Muhammad rasûlullâh”.

Jika seorang hamba ingin mewujudkan dan mengaplikasikan syahadat “Lâ ilâha illa_llâhu”, maka hal itu berkonsekuensi baginya untuk mencintai Allah, mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah. Dia tidak tidak mencintai kecuali karena Allah dan tidak membenci kecuali karena Allah. Dia juga tidak mengharapkan kecuali ridha Allah, tidak takut kecuali takut kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah. Dia menyuruh manusia dengan apa yang Allah perintahkan dan melarang dengan apa yang Allah larang. Dia mengerjakan ketaatan dan menjauhi maksiat. Dia tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah saja dan tidak memohon pertolongan kecuali dengan pertolongan Allah… Itulah millah Ibrahim ‘alaihissalam, yaitu Islam yang dengannya Allah mengutus seluruh nabi dan rasul.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah sedang diapun mengerjakan kebaikan dan dia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kekasihNya.” (QS. An-Nisa’ ayat 125).

لا اله الا الله محمد رسول الله

Sementara wujud aplikasi dari syahadat “Muhammad rasûlullâh” adalah dengan mentaati perintahnya, membenarkan apa yang ia beritakan, menjauhi apa yang dilarangnya dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa ia syari’atkan.

Yang halal adalah apa yang ia halalkan, yang haram adalah apa yang ia haramkan, dan agama adalah apa yang ia syari’atkan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. A-A’raf ayat 158).

Semoga Allah menjadikan kita sebagai pengikut setia “Lâ ilâha illa_llâhu” dan menutup kehidupan kita dengan kalimat tersebut. Amin.

 
Mewujudkan Tauhid yang Hakiki

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power