Mereka hanya Merusak Nama Islam

 

Setelah menunggu, maka sekarang telah jelas kebenaran video pembakaran pilot Yordania oleh ISIS. Dalam sebuah berita yang dilansir oleh Al-Arabiya, dengan membajak perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, seorang petinggi ISIS dalam sebuah video membela perbuatan biadab tersebut dan mengklaim –klaim yang merupakan senandung kaum Khawarij sepanjang masa- bahwa Letnan Muaz al-Kassasbeh (26) –semoga Allah mengampuni dan merahmatinya- telah kafir dan ia dibakar karena telah “membakar” wanita dan anak-anak dengan rudal pesawat dalam perangnya bersama koalisi melawan ISIS.

Mereka menutup mata bahwa pemikiran yang mereka perjuangkan itulah yang selama bertahun-tahun telah menyebabkan terbunuhnya ratusan bahkan ribuan muslim dalam aksi-aksi khianat terorisme dan pengeboman di luar front peperangan dengan mengatasnamakan jihad!!

Kalau memang bom dan rudal dianggap sebagai “pembakaran” yang berhak dibalas setimpal dengan hukuman bakar, itu artinya setiap orang milisi ISIS yang tertangkap pun layak untuk dibakar karena mereka juga menggunakan bom dan rudal!!

Perbuatan biadab mereka itu bukanlah hal aneh bagi para pengikut Khawarij. Mereka telah menghalalkan darah para Shahabat yang mulia radhiyallahu ‘anhum, memerangi mereka dan bahkan mereka telah membunuh Abdullah bin Khabbab bin al-Arats dan membelah perut budak perempuannya yang sedang hamil.

Semua itu mereka lakukan atas nama jihad dan membela agama Allah Ta’ala!!

Pantaslah jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensifatkan mereka –kaum Khawrij generasi pertama- sebagai “anjing-anjing neraka”.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

ﺑﻌﺜﻨﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﺑﻌﺚ، ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻨﺎ: ﺇﻥ ﻟﻘﻴﺘﻢ ﻓﻼﻧﺎ ﻭﻓﻼﻧﺎ – ﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ ﺳﻤﺎﻫﻤﺎ – ﻓﺤﺮﻗﻮﻫﻤﺎ ﺑﺎﻟﻨﺎﺭ،ﻗﺎﻝ: ﺛﻢ ﺃﺗﻴﻨﺎﻩ ﻧﻮﺩﻋﻪ ﺣﻴﻦ ﺃﺭﺩﻧﺎ اﻟﺨﺮﻭﺝ، ﻓﻘﺎﻝ:ﺇﻧﻲ ﻛﻨﺖ ﺃﻣﺮﺗﻜﻢ ﺃﻥ ﺗﺤﺮﻗﻮا ﻓﻼﻧﺎ ﻭﻓﻼﻧﺎ ﺑﺎﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺇﻥ اﻟﻨﺎﺭ ﻻ ﻳﻌﺬﺏ ﺑﻬﺎ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﺧﺬﺗﻤﻮﻫﻤﺎ ﻓﺎﻗﺘﻠﻮﻫﻤﺎ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus kami dalam sebuah utusan, dan beliau berkata kepada kami, “Jika kalian menjumpai fulan dan fulan –dua orang laki-laki dari Quraisy yang beliau sebutkan namanya- maka bakarlah mereka berdua dengan api.”

Berkata Abu Hurairah : Kemudian beliau mendatangi kami untuk perpisahan saat kami akan pergi, maka beliau bersabda, “Sungguh aku telah menyuruh kamu untuk membakar fulan dan fulan dengan api, dan sungguh tidak ada yang menyiksa dengan api kecuali Allah. Jika kamu menangkap mereka berdua, bunuhlah keduanya.” (HR. Al-Bukhary no. 2953).

Dari Hamzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu,

ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻣرَّﻩ ﻋﻠﻰ ﺳﺮﻳﺔ ﻗﺎﻝ: ﻓﺨﺮﺟﺖ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﻗﺎﻝ: ﺇﻥ ﻭﺟﺪﺗﻢ ﻓﻼﻧﺎً ﻓﺄﺣﺮﻗﻮﻩ ﺑﺎﻟﻨﺎﺭ، ﻓﻮﻟﻴﺖ ﻓﻨﺎﺩاﻧﻲ ﻓﺮﺟﻌﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻥ ﻭﺟﺪﺗﻢ ﻓﻼﻧﺎً ﻓﺎﻗﺘﻠﻮﻩ ﻭﻻ ﺗﺤﺮﻗﻮﻩ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻌﺬﺏ ﺑﺎﻟﻨﺎﺭ ﺇﻻ ﺭﺏ اﻟﻨﺎﺭ

bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menjadikannya komandan atas sebuah pasukan kecil. Ia berkata : Aku keluar dalam pasukan itu dan beliau bersabda, “Jika kalian menjumpai fulan bakarlah dia dengan api.”

Aku pun pergi dan beliau memanggilku. Aku kembali kepadanya dan beliau bersabda, “Jika kalian menjumpai fulan, bunuhlah dia dan jangan membakarnya. Karena sungguh tidak menyiksa dengan api kecuali Rabb pemilik api.” (HR. Abu Dawud no . 2673).

Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullahu (Al-Mughni, IX/286-287), “Adapun musuh yang berhasil ditangkap, maka tidak boleh membakarnya dengan api tanpa ada perselisihan ulama yang kami ketahui!”

Maka bagaimana jika tawanan itu adalah seorang muslim?!!

Setelah adanya hadits shahih tersebut dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tidak ada perkataan seorang pun yang boleh dibenturkan dengan sabda beliau.

Yang patut diperhatikan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan sebab pengharaman itu karena perbuatan tersebut adalah kekhususan Allah Ta’ala. Tidak ada yang boleh menyiksa dengan api kecuali Rabb pemilik api, sebagaimana disebutkan dalam dalil.

Adapun apa yang dinukil oleh sebagian pendapat ulama dari perbuatan sebagian shahabat, maka berkata Ibnul Munayyir rahimahullahu dan lain-lain, “Tidak ada argumen pembolehan dalam apa yang telah disebutkan. Karena kisah kaum ‘Uraniyyin perkaranya adalah qishash atau telah dimansukh (dihapus hukumnya) sebagaimana yang telah disebutkan terdahulu. Dan pembolehan seorang shahabat berbenturan dengan larangan seorang shahabat lainnya. Kisah (penghancuran/pembakaran) benteng-benteng dan kendaraan berkait dengan perkara darurat jika hal itu membawa kepada jalan kemenangan terhadap musuh. Sebagian ulama mensyaratkan pembolehannya jika tidak ada wanita dan anak-anak bersama musuh sebagaimana yang telah disebutkan. Adapun hadits bab, maka yang nampak dari pelarangan adalah pengharaman. Dan ini adalah naskh (penghapus hukum) perintah beliau yang terdahulu baik itu terjadi melalui wahyu yang turun kepadanya atau dengan ijtihad dari beliau. Dan itu pun dalam perkara yang ditujukan kepada individu tertentu.” (Fathul Bâri, Kitâb al Jihâd wa as Sair, Bâb Lâ Yu-adzdzab bi ‘Azâbi_Llâh, hadits no. 2853).

Perbuatan para shahabat adalah ijtihad yang datang ulama-ulama mujtahid umat ini, perintahnya datang dari seorang imam (penguasa) dan sangat jelas maslahat yang dihasilkan dari perkara tersebut. Berbeda dengan apa yang dilakukan ISIS karena tidak ada yang mereka hasilkan dari kebiadabannya kecuali ketakutan dan kebencian sebagian orang terhadap Islam dan kaum muslimin.

hilangnya-dunia

Mereka mampu untuk menawan dan memenggal orang-orang asing dari Amerika, Inggris dan bahkan Jepang… Akan tetapi anehnya, mereka tidak pernah menangkap satu orang pun warga negara Syi’ah Iran, atau membunuh satu orang Syi’ah Iran, pasukan mereka tidak pernah bentrok dengan milisi Syi’ah Hizbullah di perbatasan Suriah dan bahkan tidak juga hanya sekedar mengancam Teheran sebagaimana mereka pernah mengancam Washington, London dan Riyadh!!

Semoga Allah menghukum para pelaku kejahatan dan membalas al-Baghdadi dan pengikut-pengikutnya dengan pembalasan yang setimpal!

 
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power