Home / Sirah /

Kisah Al-Gharânîq

 

Setelah hijrahnya sebagian kaum muslimin ke Habasyah, terjadilah sebuah peristiwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang shalat di Masjid al-Haram. Beliau membaca surat an-Najm dan bersujud pada ayat sajdah, dan ikut bersujud pula semua orang yang ada saat itu kecuali dua orang yang sombong. Dengan kejadian ini, tersebarlah berita bahwa Quraisy telah ber-Islam.

Riwayat-riwayat mursal yang shahih menyebutkan dari para perawinya, yaitu Sa’id bin Jubair, Abu Bakr bin Abdirrahman dan Abul ‘Aliyah, bahwa syaitan telah menyelipkan kepada lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bacaannya itu ungkapan,

تلك الغرانيق العلا، وإن شفاعتهن لترتجى

“Itulah al-Gharaniq yang tinggi. Dan sesungguhnya, syafaat merekalah yang diharapkan.”

masjidil-haram-zamApa yang disebutkan para perawi yang tsiqah (sangat terpercaya) tersebut bertentangan dengan ‘ishmah (kema’shuman) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam persoalan wahyu, dan bertentangan dengan tauhid yang merupakan prinsip pokok aqidah Islam.

Karenanya, riwayat-riwayat ini tertolak matan (isi hadits)nya walaupun andaikan datang dari jalan periwayatan yang banyak, karena ketiga perawi tersebut meriwayatkannya dari beberapa orang syaikh.

Sangat mungkin sujudnya orang-orang musyrik bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikarenakan rasa takut disebabkan oleh apa yang telah mereka dengarkan tentang kehancuran umat-umat terdahulu.

(as-Sîrah an-Nabawiyyah ash-Shahîhah, I/171-172 dengan ringkas)

 
Kisah Al-Gharânîq

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power