Iran Marah Tokoh Syiah Dieksekusi Arab Saudi

 

Pelaksanaan hukuman mati terhadap seorang tokoh ulama Syiah terkenal Arab Saudi, Syeikh Nimr al-Nimr, memicu kemarahan dan protes oleh komunitas Syiah di Timur Tengah dan kawasan lain.

Al-Nimr dieksekusi bersama 46 terpidana lainnya dalam kasus tindak pidana terorisme pada hari Sabtu (02/01).

Negara yang paling keras mengecam eksekusi al-Nimr adalah Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Kerajaan Arab Saudi yang mayoritas penduduknya Sunni akan membayar mahal atas tindakannya. Kementerian Luar Negeri juga sudah memanggil Kuasa Usaha Arab Saudi di Teheran sebagai protes.

Korps Garda Revolusi Iran mengatakan “balas dendam keras” akan dilancarkan atas eksekusi ulama Syiah, lapor kantor berita Iran.

Sebaliknya Arab Saudi, menurut Kementerian Luar Negeri, memanggil utusan Iran “dan menyerahkan nota protes dengan kata-kata keras atas pernyataan agresif Iran”.

Pemimpin Agung Iran Ayatollah Khamenei mengunggah foto yang mengisyaratkan bahwa eksekusi itu dapat disamakan dengan dengan tindakan kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

demo-di-iranDemo di depan Kedutaan Arab Saudi di ibukota Teheran

Sebagai kekuatan Syiah di Timur Tengah, Iran memberikan perhatian besar terhadap nasib minoritas Syiah di kawasan, lapor wartawan BBC tentang masalah Timur Tengah Alan Johnston, sehingga tak dapat dielakkan lagi kedua negara bentrok terkait dengan perlakuan yang dialami Syeikh Nimr.

Ditambahkannya, salah satu kekhawatiran utama Arab Saudi adalah peningkatan pengaruh Iran di sejumlah negara, antara lain di Suriah, Irak dan tempat-tempat.

Unjuk rasa juga terjadi di Bahrain yang memiliki penduduk Syiah yang besar, Yaman dan Pakistan.

Syeikh Nimr al-Nimr tercatat sebagai tokoh Syiah yang vokal menyuarakan kepentingan minoritas Syiah di Arab Saudi yang merasa dipinggirkan dan didiskriminasi. Ia termasuk salah satu dari 47 orang yang dieksekusi di 12 lokasi di Arab Saudi setelah dinyatakan bersalah dalam kasus terorisme.

Dari 47 terpidana mati itu terdapat dua warga negara asing, yaitu Kanada dan Mesir, sedangkan sisanya adalah warga negara Arab Saudi. (bbc-indonesia)

 
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power