Hukum Menghadiri Perayaan Maulid

 

Assalamualaikum wr.wb.

Apa hukumnya menghadiri undangan acara maulid…. dan apa dalil yang membolehkan/tdk membolehkan acara tersebut… terima kasih

Wassalam.

(Hari Susanto – puebongo.45@xxxxx.com)

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di masa para Shahabat yang mulia, para Tabi’in dan juga tidak pernah diamalkan atau dianjurkan oleh para Imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i dan Ahmad). Untuk sebagian masyarakat di dunia Islam, perayaan maulid dirayakan layaknya merayakan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Padahal ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau mendapatkan penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bersenang-senang pada keduanya di masa Jahiliyah. Maka beliau bersabda,

قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما فى الجاهلية، وقد أبدلهما الله بهما خيرًا منهما : يوم النحر ويوم الفطر

Aku datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari yang kalian bermain-main pada keduanya di masa Jahiliyah. Sungguh, Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik untuk kalian, hari an-Nahr (Idul Adha) dan hari al-Fithr.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i).

shalli-'alaihKarenanya, tidak ada hari raya dalam Islam kecuali dua hari raya saja, Idul Fitri dan Idul Adha. Perayaan-perayaan selain itu yang diada-adakan bukanlah bagian dari Islam, dan termasuk kemungkaran yang besar karena kelancangan terhadap Pemilik Syari’at, Allah Ta’ala, ketika berani menambah-nambah dalam agamaNya apa yang bukan bagian darinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ

Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini apa yang bukan bagian darinya, maka hal itu tertolak.” (HR. al-Bukhary dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو ردّ

Barangsiapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintah kami padanya, maka amalan itu tertolak.”

Dengan ini bisa dipahami, tidak boleh mengadakan, mendukung atau menghadiri perayaan-perayaan keagamaan yang tidak disyari’atkan oleh Allah Ta’ala, karena Allah melarang kita untuk saling tolong menolong dalam kemungkaran dan dosa. Allah Ta’ala berfirman,

وَتعَاوَنُوا علىَ البِرِّ وَالتقْوىَ وَلاَ تعَاوَنُوا علىَ الإثْمِ وَالعُدْوَانِ

Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah ayat 2)

Wa bi_llahi at-taufiq.

 
Hukum Menghadiri Perayaan Maulid

Share this Post

 

Related Posts

 
 

1 Comment

  1. Muhammad Abduh says:

    Insya Allah sy dapat mengimplementasikannya.amin

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power