Home / Akhlak /

Hasad Merusak Diri dan Agama

 

Hasad adalah salah satu penyakit hati yang umum terjadi diantara kawan yang selevel karena kebencian salah satunya terhadap yang lain, atau karena keutamaan yang dimiliki salah satunya dan tidak dimiliki yang lainnya.

Dikatakan bahwa dosa pembangkangan yang pertama kali dilakukan terhadap Allah ada tiga; ketamakan, kesombongan dan hasad. Ketamakan datang dari Adam, kesombongan dari Iblis dan hasad dari Qabil putra Adam yang membunuh saudaranya, Habil.

Hasad/dengki adalah jenis permusuhan kepada Allah Ta’ala. Orang yang hasad membenci anugerah yang Allah berikan kepada hambaNya. Allah menyukai anugerah itu untuk hambaNya tapi orang yang hasad justru menginginkan anugerah itu hilang dari hamba tersebut. Yang seperti ini adalah penantangan terhadap Allah dalam takdirNya yang Dia tetapkan atas hambaNya.

Hasad juga merusak ukhuwah dalam agama. Nabi ﷺ bersabda,

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اَللَّهِ

“Janganlah kalian saling hasad, saling najasy (menawar harga barang yang sedang ditawar agar harganya bertambah tinggi untuk mengelabui orang yang menawar pertama), saling benci, saling berpaling dan janganlah sebagian kalian menjual barang yang juga sedang dijual saudaramu kepada pembeli yang sama. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim).

Orang yang hasad membenci keutamaan yang Allah berikan kepada hambaNya dan benci untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Berkata Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, “Setiap orang, saya mampu untuk membuatnya ridha, kecuali orang hasad terhadap sesuatu anugerah. Karena tidak akan meridhainya kecuali hilangnya anugerah tersebut.”

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu, “Orang yang hasad adalah musuh anugerahNya dan musuh para hambaNya. Ia dibenci di sisi Allah dan di sisi manusia. Ia tidak akan pernah memimpin untuk selamanya. Karena manusia tidak akan menjadikan pemimpin mereka kecuali orang yang berbuat baik terhadap mereka.”

hasad

Orang yang diuji dengan hasad dan kedengkian orang lain terhadap dirinya adalah orang yang terzalimi, dan ia diperintahkan untuk bersabar dan bertakwa. Bersabar atas ujian yang ia dapatkan dari orang yang hasad padanya dan berusaha untuk berlapang dada dan memaafkan.

Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu, “Diantara sebab yang paling berat untuk jiwa dan paling sulitnya –dan tidak diberi jalan kepadanya kecuali orang yang mendapat bagian besar pahala dari Allah- adalah memadamkan api orang yang dengki, melampaui batas dan aniaya itu dengan berbuat baik kepadanya. Setiap kali bertambah kejahatan, keburukan, kezaliman dan kedengkian maka semakin bertambah pula kebaikan, sebagai bentuk nasehat dan kasih sayang untuknya.”

Wallahul musta’an.

(Disadur dari kitab Khuthuwât ilâ as-Sa’âdah)

 
Hasad Merusak Diri dan Agama

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power