Home / Hadits /

Hadits Shahîh li Ghairih

 

Definisi

Yaitu hadits hasan li dzâtihi jika diriwayatkan dari jalan lain yang sepertinya atau lebih kuat darinya.

Disebut “shahîh li ghairih” karena keshahihannya tidak datang dari sanad hadits itu sendiri, tetapi dengan kumpulan/gabungan hadits lainnya dengannya. Gambarannya sebagai berikut :

Hasan li dzâtihi + hasan li dzâtihi = shahîh li ghairihi

Derajatnya

Hadits shahîh li ghairih lebih tinggi levelnya daripada hasan li dzâtihi, dan dibawah level hadits shahîh li dzâtihi.

Contoh

Hadits Muhammad bin ‘Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لو لا أن أشقّ على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاةٍ

Kalau aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan menyuruh mereka untuk bersiwak pada setiap shalat.”

hadits8Berkata Ibnu ash-Shalah : “Muhammad bin ‘Amr bin ‘Alqamah termasuk orang-orang yang dikenal dengan kejujuran dan kebersihannya. Akan tetapi, ia bukan termasuk ahlul it’qân (yang pakar dalam keshahihan hadits) hingga sebagian ulama melemahkannya dari sisi buruknya hafalan. Sebagian menganggapnya tsiqah (sangat terpercaya) karena kejujuran dan kemuliaannya. Haditsnya dari sisi ini adalah hasan. Ketika hadits itu digabungkan dengan periwayatan dari jalan lain, maka hilanglah apa yang tadinya kami khawatirkan darinya dalam perkara buruknya hafalannya. Dengan itu, tertutuplah kekurangan kecil tersebut, dan shahihlah sanad itu dan masuk dalam derajat shahih.” (Ulûm al Hadîts, hal. 31-32)

(Sumber : Taysîr Mushthalah al-Hadîts, Dr. Mahmud ath-Thahhan)

 
Hadits Shahîh li Ghairih

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power