Home / Hadits /

Hadits Mu’allaq

 

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, hadits mardûd (yang tertolak) secara garis besar disebabkan oleh dua hal; yang pertama adalah perawi yang gugur dalam sanad (as saqth min al isnâd), dan yang kedua adalah celaan pada diri sang perawi (ath tha’n fi ar râwi).

As-saqth min al-isnâd terbagi kepada saqth dzhâhir dan saqth khafiy. Dan diantara bentuk saqth dzhâhir adalah al-mu’allaq.

Hadits mu’allaq adalah hadits yang gugur sejak permulaan sanadnya seorang perawi atau lebih secara berurutan.

Permulaan sanad adalah ujung yang terdekatnya dari arah kita, yaitu syaikh (guru) dari penulis buku. Disebut “permulaan sanad” karena kita memulai membaca hadits dengannya.

Diantara bentuk-bentuk hadits mu’allaq adalah;

1. Dihapus seluruh sanad kemudian dikatakan –misalkan- : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

2. Diantaranya juga adalah dengan menghapus/menggugurkan seluruh sanad kecuali nama shahabat atau shahabat dan tabi’i.

Contoh hadits mu’allaq adalah hadits yang diriwayatkan al-Bukhary dalam permulaan bâb mâ yudzkar fî al fakhidz (bab : Apa yang Disebutkan tentang Paha). Al-Bukhary berkata : “Dan berkata Abu Musa : Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kedua lututnya ketika Utsman datang.”

Hadits ini disebut mu’allaq karena al-Bukhary menghapus seluruh sanadnya kecuali nama shahabat, yaitu Abu Musa al-Asy’ari.

HP-8.jpg

Hukumnya

Hadits mu’allaq tertolak karena ia kehilangan salah satu syarat dari syarat-syarat diterimanya sebuah hadits, yaitu bersambungnya sanad (ittishâl as sanad), dengan hilangnya/gugurnya penyebutan seorang perawi atau lebih dari sanad sementara kita tidak mengetahui keadaan/status dari perawi tersebut.

 
Hadits Mu’allaq

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power