Home / Hadits /

Hadits Hasan li Ghairih

 

Yaitu hadits dha’îf (lemah) jika berbilang jalan-jalan periwayatannya, dan sebab kelemahannya itu bukan karena kefasikan perawinya atau kedustaannya.

Dengan definisi tersebut, hadits dha’if bisa naik kepada level “hasan li ghairih” dengan dua perkara, yaitu,

1. Diriwayatkan dari satu jalan yang lain atau lebih, dengan syarat bahwa jalan periwayatan lain itu sama sepertinya atau lebih kuat darinya.

2. Sebab kelemahan haditsnya adalah karena buruknya hafalan perawi, atau karena inqithâ’ (terputus) dalam sanadnya, atau jahâlah (ketidak-jelasan status) pada perawi-perawinya.

Hadits ini disebut hasan li ghairih karena status “hasan”nya tidak datang dari sanad hadits itu sendiri, akan tetapi dengan hadits lain yang digabungkan kepadanya. Gambaran mudahnya adalah sebagai berikut :

Dha’if + dha’if = hasan li ghairih

hadits5

Derajatnya

Hadits hasan li ghairih lebih rendah levelnya daripada hadits hasan li dzâtihi.

Dengan landasan ini, jika terjadi kontradiksi antara hadits hasan li dzâtihi dengan hadits hasan li ghairih, didahulukan hadits hasan li dzâtihi.

Hukumnya

Hadits hasan li ghairih termasuk hadits maqbûl yang diamalkan.

Contohnya

Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan ia hasankan, dari jalan Syu’bah, dari ‘Ashim bin Ubaidillah, dari Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah, dari ayahnya,

أن امرأةً من بني فزارة تزوّجت على نعلين، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أرضيتِ من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، قال: فأجاز

bahwa seorang wanita dari Bani Fazarah menikah dengan mahar dua alas kaki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah engkau rela terhadap diri dan hartamu dengan dua alas kaki?” Ia menjawab : “Iya.” Maka beliau pun membolehkannya.

Berkata at-Tirmidzi : “Dalam bab ini (diriwayatkan juga) dari Umar, Abu Hurairah, Sahl bin Sa’ad, Abu Sa’id, Anas, A’isyah, Jabir dan Abu Hadrad al-Aslami.”

‘Ashim adalah seorang perawi yang dha’if karena buruknya hafalannya (sû-u al hifdzh). At-Tirmidzi menghasankan haditsnya karena telah diriwayatkan lebih dari satu jalan.

(Sumber : Taysîr Mushthalah al-Hadîts, Dr. Mahmud ath-Thahhan)

 
Hadits Hasan li Ghairih

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power