Dasar Hukum Membaca Doa Berjamaah

 

Assalamualaikum wr.wb.

Ana mau nanya, apakah ada dasar hukum/contoh dari Rasulullah mengenai membaca doa yang dilakukan secara berjamaah sehabis sholat fardhu atau pada saat acara tertentu misalnya syukuran atau hajatan?

Syukron.

Hari Susanto – Palu (puebongo.45@xxxxx.com)

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

tawasulBerdoa secara berjamaah selepas shalat-shalat fardhu tidak pernah dinukil oleh para Shahabat yang mulia dari perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Para Shahabat menukilkan kepada kita dzikir-dzikir yang banyak, yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat fardhu, namun mereka tidak pernah menyebutkan bahwa beliau berdoa mengangkat tangan dan memimpin doa bersama para shahabatnya setelah shalat tersebut.

Demikian pula dengan doa-doa berjama’ah yang dipimpin satu orang dalam acara-acara tertentu, hal itu tidak pernah dinukil dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika –misalkan- selesai menguburkan jenazah, beliau hanya berkata, mengajarkan para shahabat yang hadir di pemakaman,

استغفروا لأخيكم وسلوا له التثبيث، فإنه الآن يسأل

Mohonkan ampun untuk saudara kalian dan mintalah keteguhan untuknya, karena dia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud)

Beliau hanya menyuruh mereka untuk mendoakannya dan tidak memimpin doa untuk mereka.

Mengaminkan doa seseorang dibolehkan, tapi tidak pernah dituntunkan menyegaja untuk berdoa bersama dengan dipimpin oleh satu orang dan diaminkan oleh yang lainnya.

Wallahu a’lam.

 
Dasar Hukum Membaca Doa Berjamaah

Share this Post

 

Related Posts

 
 

6 Comments

  1. hari susanto says:

    bagaimana kalo ada undangan baca doa arwah atau lainnya apakah boleh kita menghadirinya dengan niat sekedar silaturrahmi ????

    • admin says:

      Niat silaturrahmi itu baik. Tapi kalau dilakukan dalam momen yang tidak dibenarkan Syari’at tentu bukanlah hal yang baik. Karena dalam kasus seperti itu, tugas kita adalah memperbaiki dan bernasehat, bukan hanya mendiamkan saja dengan alasan menjaga silaturrahmi. Penyimpangan2 aqidah dan ibadah di masyarakat kita tidak akan pernah selesai dan berakhir kalau selalu diberikan toleransi. Saatnya kita harus mampu bersikap -dengan cara yang baik dan bijak- untuk sebuah perubahan. Wallahu a’lam.

  2. hari susanto says:

    untuk berdoa dengan mengangkat tangan seperti yg admin sebutkan diatas, saat kapan hal itu dilakukan seperti yg di contohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ???

    • admin says:

      Hukum asalnya setiap berdoa adalah dengan mengangkat tangan. mengangkat tangan dalam setiap doa adalah Sunnah kecuali pada tempat-tempat yang tidak disyari’atkan seperti dalam khutbah Jum’at, karena seorang Shahabat pernah mengingkari seorang amir yang berkhutbah dan mengangkat tangannya saat berdoa. Demikian juga selesai shalat-shalat Fardhu seperti yang telah kami jelaskan.

  3. hari susanto says:

    ketika jum’at, saat khatib berdoa dgn isyarat telunjuk,bagaimana sikap kita ???? apakah mengikuti khatib dgn isyarat telunjuk atau diam saja ????

    • admin says:

      Makmum mengaminkan doa imam. Apakah mengangkat tangan? Tidak ada yang disebutkan khusus tentang masalah ini. Urusannya lapang insyaallah. Tapi kalau makmum mengikuti imamnya tidak mengangkat tangan, itu lebih baik. Isyarat jari hanya untuk khatib, bukan makmum. Wallahu a’lam.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power