Home / Da'wah /

Dakwah adalah Profesi Rabbani

 

Diantara sifat terbesar calon-calon penghuni surga adalah profesi terpenting salah seorang dari mereka dalam kehidupan dunia ini adalah beribadah kepada Allah, berdakwah kepada agama Allah, mengamalkan agama ini, menasehati manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar…

Sebagian orang, jika mendengarkan pembicaraan tentang dakwah kepada Allah, mereka mengira bahwa dakwah itu hanya terbatas pada orang yang memanjangkan jenggotnya dan memendekkan kainnya diatas mata kaki… Dia akan berkata : Saya masih mencukur jenggotku… Masih merokok…

Dia menjadikan perkara-perkara tersebut sebagai penghalang antara dirinya dengan dakwah dan menasehati orang-orang yang melakukan maksiat… Yang seperti ini jelas keliru dan merupakan was-was dari syaitan…

Benar, bahwa kita tidak mengingkari pentingnya seorang da’i istiqamah dan mengamalkan apa yang dia dakwahkan; akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa seseorang bisa meninggalkan ketaatan hanya dengan alasan dia masih terjatuh kepada sebagian kemaksiatan… Barangkali saja perbuatan maksiat tersebut akan lebur dalam banyaknya kebaikan yang dia lakukan…

Bahkan, bisa saja seorang yang kurang dalam ketakwaannya tersebut mampu menjangkau orang-orang atau kalangan yang tidak bisa dijangkau oleh seorang da’i…

Anda, katakanlah Anda seorang yang masih melakukan perbuatan dosa, tapi Anda mampu untuk mengajak orang yang tidak shalat untuk melakukan shalat… Meninggalkan shalat adalah dosa besar yang bisa mengantarkan pada kekufuran…

Anda mampu untuk menasehati orang yang terjatuh pada perbuatan keji untuk bertaubat… Anda mampu untuk menasehati orang-orang yang suka mencaci kehormatan kaum muslimin untuk berhenti dari perbuatannya…

Terkadang seorang da’i yang istiqamah duduk dengan sebagian manusia, dan dia tidak pernah tahu bahwa orang-orang tersebut masih suka memakan harta riba… masih terjatuh pada perzinahan… masih suka meninggalkan shalat… karena mereka selalu menampilkan kebaikan dihadapan orang-orang shalih…

Adapun orang yang mereka lihat masih sama seperti mereka, mereka tidak akan berpura-pura dihadapan orang tersebut… Bahkan mereka akan membuka lembaran-lembaran keburukannya dan menampakkan segala sesuatunya…

Adapun bagaimana Anda menasehati dan mendakwahi mereka? Maka yang seperti ini bisa Anda lakukan dengan banyak cara… Menghadiahkan buku kepada mereka… Sesekali mengundang da’i ke tempat-tempat perkumpulan Anda dengan kawan-kawan… Bernasehat secara langsung kepada orang tersebut dengan pendekatan yang baik… dan lain-lain…

Profesi dakwah adalah profesi Rabbani yang sangat luas… memiliki banyak metode yang masih sangat butuh kepada orang-orang yang mau menggelutinya… Setiap kita pasti bersalah… Dan sebaik-sebaik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat…

ولو لم يعظ فى الناس من هو مذنب # فمن يعظ العاصين بعد محمد؟

Kalau bukan yang menasehati manusia adalah orang yang berbuat dosa
Maka siapakah yang akan menasehati para pelaku maksiat setelah Muhammad?!

(shallallahu ‘alaihi wasalam)

dakwah-adalah-cinta2

Oleh : Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-Arifi hafidzhahullahu

 
Dakwah adalah Profesi Rabbani

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power