Berpuasa Sunnah, Tapi Suami Tidak Mengizinkan

 

Saya seorang wanita yang relijius. Saya berpuasa Ramadhan, enam hari Syawwal, Ayyâmul Bîdh, Senin dan Kamis. Saya memiliki suami. Ketika saya berpuasa Ayyâmul Bîdh, Senin dan Kamis, saya bertanya dahulu kepada suami: Apakah saya boleh berpuasa atau tidak? Awalnya dia menjawabku dengan “Ya”. Dan ketika saya berpuasa pada sebagian waktu, dia mulai marah dan berkata : “Setiap hari puasa, puasa…!” Apakah mungkin bagiku berpuasa atau tidak?

2a

Jawab :

Tidak boleh Anda berpuasa sementara suami ada (bersamamu) kecuali dengan izinnya, demi untuk menunaikan haknya atas diri Anda. Wa billâhi at-taufîq.

Al-Lajnah ad-Dâimah li al-Buhûts al-‘Ilmiyyah wa a-Iftâ’ (fatwa no. 19541)

Ketua : Abdul Aziz bin Baz.
Wakil Ketua : Abdul Aziz Alu asy-Syaikh

Anggota : Abdullah bin Ghudayyan, Shalih bin Fauzan al-Fauzan, Bakr bin Abdillah Abu Zaid

 
Berpuasa Sunnah, Tapi Suami Tidak Mengizinkan

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power