Home / Sirah /

Berislamnya Jin

 

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk dua alam, jin dan manusia. Jin adalah makhluk yang tertutup dari pandangan manusia, walaupun mereka memiliki kemampuan untuk membentuk wujud yang bermacam-macam.

Al-Quran dan as-Sunnah telah memberitakan tentang sekelompok jin yang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Nakhlah ketika beliau sedang menuju Ukkazh –dan sebelumnya, bangsa jin telah dihalang-halangi untuk mencuri-curi berita di langit dan mereka berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari sebabnya. Mereka mendengarkan beliau membaca al-Quran ketika mengimami shahabat-shahabatnya pada shalat Fajar, mereka beriman padanya dan kembali kepada kaumnya dan berkata,

إنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إلىَ الرُشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أحَدًا

Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Rabb kami.”[1]

Maka Allah akhirnya menurunkan kepada nabiNya surat al-Jinn.

nabi ar rahmah

Allah hanya mewahyukan kepadanya perkataan jin dan beliau tidak melihat mereka dan tidak juga sengaja memperdengarkan al-Quran kepada mereka. Setelah peristiwa itu, jin mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekali lagi ketika beliau sedang berdiam di luar Makkah dengan beberapa shahabatnya. Beliau pun pergi bersama mereka, memperdengarkan al-Quran kepada mereka dan memperlihatkan kepada para shahabat jejak-jejak mereka dan bekas api-api mereka.

———————-

[1] QS. Al-Jinn ayat 1-2

(Sumber : as-Sîrah an-Nabawiyyah ash-Shahîhah, Dr. Akram Dhiya’ al-Umari)

 
Berislamnya Jin

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power