Arab Saudi Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

 

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengumumkan bahwa Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Ahad (03/01) malam, setelah demonstran Iran yang marah merusak perabotan dan membakar serta melempar bom molotov ke Kedutaan Arab Saudi di Teheran dan demonstran juga menyerang konsulat Arab Saudi di Mashhad.

Sekurangnya 40 demonstran ditahan. Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut serangan-serangan itu “sangat tidak dibenarkan” tapi juga mengecam eksekusi al-Nimr.

Orang-orang berunjuk rasa di kantor Kedutaan Saudi di ibu kota Iran tersebut untuk memprotes pelaksanaan hukuman mati terhadap ulama Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi, Nimr al-Nimr, hari Sabtu (02/01), yang dihukum mati dalam kasus terorisme.

Dalam keterangan pers, Adel al-Jubeir mengatakan pemerintahnya tidak akan membiarkan Iran “mengganggu keamanan dalam negeri” Saudi.

“Iran telah membagikan senjata dan menanam sel-sel teroris di kawasan, termasuk di Saudi … ada intervensi dan agresi negatif terhadap masalah-masalah Arab yang diikuti dengan kematian dan kerusakan,” kata Adel al-Jubeir.

Selain membekukan hubungan diplomatik dengan Teheran, Menlu Adel al-Jubeir juga memerintahkan semua diplomat Iran untuk meninggalkan Saudi dalam 48 jam.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengecam serangan terhadap kantor kedutaan Saudi di negaranya namun ia juga menyalahkan pemerintah di Riyadh, yang ia katakan memicu kemarahan dengan mengeksekusi ulama Syiah.

saudi2

Sejumlah negara sekutu Arab Saudi melakukan aksi diplomatik bersama menentang Iran setelah kedutaan besar Saudi di Teheran.

Bahrain dan Sudan memutus hubungan diplomatik dengan Iran, sementara Uni Emirat Arab menurunkan status hubungannya dengan Iran dengan membatasi jumlah diplomat Iran di negara itu dan menurunkan status perwakilan menjadi Kuasa Usaha bukannya Duta Besar.

Mereka menuduh Iran “meningkatkan campur tangan yang berbahaya” terhadap masalah dalam negeri negara-negara Teluk dan Arab.

Kuwait juga telah mengumumkan penarikan duta besarnya dari Iran.

Pemerintah Kuwait menyebut serangan terhadap Kedutaan Saudi sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap norma internasional sehingga memanggil duta besarnya dari Iran.

PBB, Amerika Serikat dan Turki mendesak terciptanya kedamaian di kawasan.

Pada Senin malam, Dewan Keamanan PBB mengecam keras serangan pengunjuk rasa Iran terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran yang memicu pertikaian diplomatik ke dua negara.

Pernyataan Dewan menyatakan kekhawatiran mendalam dan mendesak Iran untuk menghormati kompleks diplomatik.

PBB tidak menyebutkan eksekusi ulama Syiah, Nimr al-Nimr, yang memicu unjuk rasa hari Sabtu. (bbc/voa)

 
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power