Al-Muhkam dan Al-Mutasyâbih

 

Al-Muhkam dan al-Mutasyâbih memiliki beberapa makna dalam definisi bahasa dan istilah. Makna istilah yang paling cocok dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut;

Al-Muhkam adalah kalam (perkataan) yang jelas maknanya, yang tidak tersentuh oleh masalah apapun.

Al-Mutasyâbih adalah kalam yang memiliki makna yang kurang jelas, dan membutuhkan usaha keras untuk sampai kepada makna yang dimaksudkan.

مصحف و شمعة

Perkara-perkara yang mutasyabih terdiri dari tiga jenis :

1. Apa yang tidak mampu dijangkau dan diketahui oleh seluruh manusia, seperti mengetahui hakikat dari Dzat Allah dan hakikat sifat-sifatNya, dan yang lainnya dari perkara-perkara ghaib yang Allah sembunyikan dalam ilmuNya.

2. Apa yang mungkin diketahui oleh manusia dengan jalan mengkaji dan mempelajarinya. Seperti misalkan firman Allah Ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِيَامُ

Telah diwajibkan atas kamu berpuasa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183).

Kata “ash-shiyâm” maknanya adalah “al-imsâk” (menahan diri). Dengan sekedar makna ini saja, tidak ada batasan yang jelas. Dan setelah rujuk ke dalil-dalil syar’i, maka menjadi jelas bahwa yang dimaksud dengan “ash-shiyâm” adalah “menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan semenjak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari”.

3. Apa yang tidak mungkin dijangkau pengetahuannya kecuali oleh orang-orang yang sangat mendalam ilmunya (ar-râsikhûn fî al-‘ilmi), dan mereka itu adalah para mujtahid dari kalangan ulama.

 
Al-Muhkam dan Al-Mutasyâbih

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power