Home / Adab /

Adab Salam & Meminta Izin

 

Diantara adab dan etika yang diajarkan Islam adalah etika saat berkunjung atau memasuki rumah. Islam mengajarkan setiap muslim yang berkunjung atau memasuki rumah orang lain untuk memberi salam dan meminta izin terlebih dahulu.

Apa saja adab-adab yang berkait dengan masalah ini? Berikut beberapa penjelasannya,

1. Mengucapkan salam sebelum meminta izin

Diriwayatkan dari Rib’iy bin Hirasy radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari Bani ‘Amir yang meminta izin kepada Nabi ﷺ sementara beliau berada di rumahnya. Ia berkata : “Apakah aku boleh masuk?” Maka Nabi ﷺ bersabda kepada pembantunya,

اخرج إلى هذا فعلمه الاستئذان فقل له : قل السلام عليكم، أأدخل

Keluarlah kepada orang ini dan ajarkan dia cara meminta izin. Katakan padanya : Ucapkan ‘assalamu ‘alaikum, apakah aku boleh masuk?’.”

Hal itu didengarkan oleh laki-laki tersebut dan ia berkata : “Assalamu ‘alaikum, apakah aku boleh masuk?”

Maka Nabi ﷺ mengizinkannya dan ia pun masuk. (HR. Abu Dawud).

2. Berdiri di sebelah kanan atau kiri pintu saat meminta izin

Tujuannya agar mata pengunjung tidak melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat atau sesuatu yang pemilik rumah tidak suka jika terlihat oleh orang lain.

Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah ﷺ jika mendatangi pintu rumah suatu kaum, beliau tidak akan menghadap pintu dengan wajahnya, akan tetapi berdiri di sisi kanan atau kiri dan mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum,,, assalamu ‘alaikum…’; yang demikian karena rumah-rumah pada saat itu belum memiliki tirai penutup.” (HR. Abu Dawud)

Dan dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Bersabda Rasulullah ﷺ,

إنما جعل الاستئذان من أجل البصر

Dibuatkan aturan meminta izin karena persoalan pandangan.” (Hadits muttafaq ‘alaihi)

izin

3. Meminta izin tidak lebih dari tiga kali

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah ﷺ bersabda,

الاستئذان ثلاث، فإن أذن لك وإلا فارجع

Meminta izin sebanyak tiga kali. Jika diizinkan untukmu (masuklah) dan jika tidak maka kembalilah.” (Hadits muttafaq ‘alaihi).

Hal ini jika orang yang meminta izin yakin bahwa pemilik rumah telah mendengarkan permintaannya dan enggan untuk menerimanya. Namun jika ia merasa bahwa pemilik rumah tidak mendengarkan, tidak mengapa ia mengulanginya hingga ia yakin suaranya telah didengarkan. (Fathul Bary, XI/29)

Alhamdulillah di zaman ini telah ada fasilitas komunikasi yang memudahkan urusan tersebut. Alangkah baiknya bertanya terlebih dahulu via telepon atau SMS tentang kesiapan tuan rumah sebelum datang berkunjung.

4. Jika pemilik rumah belum bersedia menerima tamu, hendaknya tamu itu kembali

Ini adalah salah satu adab yang sangat penting yang banyak tidak diketahui atau tidak diamalkan oleh kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ قِيْلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكىَ لَكُمْ

Dan jika dikatakan kepadamu, ‘Kembalilah!’, maka hendaklah kamu kembali, itu lebih bersih bagimu.” (QS. An-Nur ayat 28).

Tradisi Timur di bangsa kita sangat sulit untuk menolak orang yang datang berkunjung walaupun sebenarnya si pemilik rumah belum siap untuk menerima tamu. Namun hukum dan aturan Allah lebih mulia dari tradisi dan kebiasaan yang berlaku dalam sebuah masyarakat. Menolak ketika tidak siap untuk menerima kunjungan jauh lebih baik daripada menggerutu dalam hati atau menghilangkan keperluan lain yang lebih penting dari sekedar menerima kunjungan yang bisa dilakukan pada saat yang lain.

Begitu pula dengan orang yang berkunjung, ketika tuan rumah belum berkenan menerima, pulanglah dengan hati yang tenang dan damai. Demi untuk mematuhi aturan Allah Ta’ala dan menghormati tuan rumah yang mungkin memiliki kesibukan/hajat lainnya. Dan sangat baik kalau terlebih dahulu bertanya via telepon/SMS sebelum mendatangi rumah yang ingin dikunjungi. Wallahu a’lam.

5. Menyebutkan nama ketika ditanya : “Siapa?”

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Saya mendatangi Nabi ﷺ dan saya mengetuk pintu. Beliau bertanya, “Siapa?”, saya menjawab, “Saya!”, beliau berkata, “Saya, saya…?!”; seakan-akan beliau membencinya. (Hadits muttafaq ‘alaihi)

Hai ini karena jawaban “saya” tidak bisa memberikan keterangan apa-apa tentang identitas orang yang ditanyakan. (bersambung)

 
Adab Salam & Meminta Izin

Share this Post

 

Related Posts

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
 
knowledge is power